Selasa, 12 Februari 2019

Ciri-Ciri HIV dan AIDS Yang Tidak Disadari

Written by  
Ciri-Ciri HIV dan AIDS - HIV atau AIDS merupakan suatu kondisi yang sangat berbahaya yang tidak boleh dibiarkan begitu saja. HIV dan AIDS merupakan penyakit yang terkenal dapat menular pada siapa saja, dan penyakit yang satu ini juga tergolong penyakit yang sangat berbahaya yang dapat menyebabkan kematian apabila tidak segera diobati dengan cepat. 

Selain menyebabkan kematian, penyakit yang satu ini juga menimbulkan bahaya yang akan memperburuk kondisi tubuh. Bahaya HIV dan AIDS salah satunya yaitu kanker, yang dimana kanker ini merupakan jenis penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi. 

Faktor penyebab dan penyebaran penyakit ini dapat melalui dua cara, yaitu melalui hubungan seks bebas atau tidak aman, dan melalui jarum suntik. Untuk mengetahui lebih jelasnya, simak informasi mengenai ciri-ciri HIV dan AIDS. 

Ciri-Ciri HIV dan AIDS Yang Tidak Disadari



Ciri-Ciri HIV dan AIDS yang Tidak Kita Sadari Yaitu :
  1. Kelelahan 
    Seseorang yang mulai terjangkit penyakit HIV atau AIDS akan merasakan kelelahan yang berlebih, sehingga hal ini membuat seseorang yang mengalaminya hanya ingin tidur tanpa melakukan aktivitas sedikitpun. 
  2. Flu Dan Demam 
    Selain flu dan demam, ciri-ciri HIV dan AIDS yang tidak kita sadari yaitu mengalami demam dan flu. Kondisi ini biasanya terjadi ketika seseorang terserang virus HIV, yang dimana penderita ini akan mengalami flu dan juga demam. 
  3. Penurunan Berat Badan 
    Ciri HIV dan AIDS selanjutnya yaitu penurunana berat badan secara drastis. Biasanya penderita akan mengalami penurunan berat badan hingga 10%. Kondisi ini juga terjadi secara bersamaan dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh. 
  4. Berubahnya Warna Kuku
    Pada saat virus HIV menyerang, kuku akan mengalami perubahan warna dan juga bentuk pada kuku.Biasanya kuku pada penderita HIV akan melengkung dan teksturnya akan menjadi lebih tebal dibandingkan dengan kuku pada biasanya. Bahkan tidak hanya itu saja, kuku juga akan mengalami perubahan warna menjadi lebih hitam atau kebiruan. 
  5. Ruam Dikulit 
    Tidak hanya menimbulkan perubahan pada warna kuku saja, biasanya penderita HIV juga akan mengalami ruam pada kulit. Bahkan, penderita HIV juga akan mengalami bintik-bintik ungu pada sebagian kulit tubunya. Biasanya bintik tersebut akan sangat sulit untuk hilang meskipun sudah diobati. 
Dan itulah beberapa ciri HIV atau AIDS yang tidak kita sadari. Nah, jika anda pernah mengalami seperti diatas secara terus menerus, maka hal ini wajib untuk anda periksa lebih lanjut. 

Selasa, 05 Februari 2019

Mengetahui Jenis-Jenis Penyakit Hernia

Written by  
Mengetahui Jenis-Jenis Penyakit Hernia - Penyakit Hernia atau lebih dikenal dengan penyakit turun berok yaitu suatu kondisi dimana adanya jaringan otot perut yang lemah, yang mengakibatkan organ dalam tubuh tidak dapat tersangga pada tempat yang benar. Jika otot perut lemah dan tidak bisa menahan organ yang ada didalam tubuh, tentunya akan menyebabkan munculnya tonjolan pada bagian bawah perut. Hal tersebut terjadi karena organ yang ada pada dalam tubuh  keluar melalui celah-celah pada otot yang melemah, sehingga hal tersebut menyebabkan munculnya benjolan. 

Hernia identik dengan penyakit yang sering atau banyak diderita oleh kaum pria. Namun, tidak hanya pada laki-laki saja, hernia juga bisa menyerang wanita. Jika hal ini dibiarkan, tentunya dapat menimbulkan komplikasi yang akan membahayakan dan memperparah hernia. Selain itu, perlu untuk anda ketahui juga bahwa penyakit hernia dapat terbagi menjadi beberapa bagian, yang mana kemungkinan penyakit hernia dapat terjadi pada pria maupun wanita. 

Mengetahui Jenis-Jenis Penyakit Hernia

Mengetahui Jenis-Jenis Penyakit Hernia  
Nah, berikut ini ada beberapa jenis-jenis penyakit hernia : 
  1. Hernia Femoralis 
    Herni jenis ini merupakan hernia suatu kondisi yang banyak diderita oleh wanita. Hernia Femoralis disebabkan karena adanya usus yang keluar, sehingga hal ini menyebabkan munculnya benjolan pada perut. Namun kondisi ini tidak begitu banyak terjadi seperti halnya turun berok yang sering terjadi pada kaum laki-laki.
  2. Hernia Ingunalis 
    Hernia yang satu ini merupakan jenis hernia yang banyak dialami oleh kaum pria. Kondisi ini disebabkan karena munculnya suatu tonjolan pada bagian perut atau bahkan selangkangan. Kondisi ini dapat menyebabkan timbulnya rasa sakit yang luar biasa, bahkan rasa sakit tersebutpun dapat muncul saat melakukan aktivitas atau bahkan berjalan. 
  3. Hernia Umbilikus 
    Bukan hanya hernia femoralis saja, ternyata hernia yang satu ini juga dapat dialami oleh wanita yang masih berusia mudah atau bahkan wanita yang sudah memasuki usia tua. Tetapi, penyakit hernia ini juga tidak begitu sering terjadi seperti halnya hernia pada umumnya. 
  4. Hernia Hiatus
    Penyakit hernia hiatus merupakan jenis penyakit yang sangat umum terjadi. Biasanya hernia yang satu ini dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa pada perut. Bahkan hernia yang satu ini juga menyebabkan rasa nyeri pada ulu hati, terutama pada saat makan. 
  5. Hernia Insisioanal
    Hernia Insisioanal merupakan jenis penyakit hernia yang dapat dipastikan jika sebelumnya sudah melakukan operasi dibagian perut. Hernia yang satu ini dapat membuat bekas operasi akan terdapat benjolan. Hal ini disebabkan oleh efek samping dari operasi yang menyebabkan rasa sakit. Kondisi ini juga biasanya lebih banyak dialami oleh orang yang sudah tua. 
Dan itulah beberapa jenis penyakit hernia yang perlu untuk anda ketahui, semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua. 


Kamis, 31 Januari 2019

Tips Cara Mencegah Penularan Penyakit Hepatitis D

Written by  
Tips Cara Mencegah Penyakit - Hepatitis D merupakan sebuah kondisi yang disebabkan virus. Penyebab hepatitis utama yaitu virus delta yang dimana virus ini merupakan virus yang jarang sekali ditemukan. Hepatitis D merupakan kondisi yang sangat mudah sekali menular terutama pada orang yang terinfeksi oleh virus hepatitis B. Biasanya orang yang telah terkena infeksi hepatitis B dan D secara bersamaan kemungkinan besar akan mengalami penyakit akut yang serius, yang akan memicu risiko tinggi mengalami gagal hati. 

Penyakit hepatitis memang merupakan salah satu jenis penyakit yang cukup tinggi terjadi diindonesia. Sebenarnya ada banyak jenis penyakit hepatitis, yaitu hepatitis A, B, C , D serta E. Masing-masing dari penyakit tersebut memiliki gejalanya masing-masing, dan juga memiliki jalur penyebaran dan penularan yang berbeda-beda. Namun, hal tersebut sama-sama disebabkan oleh infeksi virus. 

Penularan hepatitis D ini hampir sama dengan penularan hepatitis B. Biasanya kondisi ini dapat terjadi setelah seseorang terkena hepatitis B. Penularan hepatitis B ini bisa melalui hubungan seksual, jarum suntik serta tranfusi darah. Pengobatan yang tersedia untuk hepatitis D yaitu pemberian vaksin hepatitis B, anti virus serta istirahat yang cukup. 

Selain itu, Adapun beberapa tips cara mencegah penularan penyakit hepatitis D : 

Tips Cara Mencegah Penularan Penyakit Hepatitis D 


  • Lakukan Vaksinasi 
    Melakukan vaksin untuk hepatitis B dapat mencegah penularan hepatitis D. Orang yang beresiko terkena hepatitis D juga harus melakukan suntik vaksin. Namun, sebelum melakukan suntik vaksin pastikan terlebih dahulu menggunakan jarum yang steril. Dan hindari penggunaan jarum yang sama dengan orang lain. 
  • Berhati-hati dalam penggunaan Jarum 
    Jarum atau peralatan medis yanh tidak steril dapat memicu penularan dari virus terutama virus hepatitis. Hal ini tentunya harus diwaspadai, terutama oleh tenaga medis. 
  • Melakukan Hubungan Seks Yang Aman 
    Perlu untuk anda ketahui, melakukan hubungan seksual yang aman adalah hal yang penting. Karena sebagian hepatitis penularannya disebabkan oleh hubungan seksual yang tidak aman (tanpa kondom). Nah, jika pasangan anda tertular virus hepatitis, sebaiknya melakukan hubungan seksual dengan pengaman (kondom). 
  • Biasakan Untuk Mencuci Tangan 
    Biasakanlah mencuci tangan sebelum makan dan sesudah makan, karena hal tersebut dapat mencegah terjadinya penularan penyakit hepatitis. Selain itu, menjaga kebersihan tubuh juga sangat peting dilakukan, sehingga hal ini akan menurunkan risiko terkena hepatitis. 
  • Perhatikan Dalam Memilih Makanan Dan Minuman
    Membiasakan diri untuk mencuci tangan tidaklah cukup, anda juga harus berhati-hati dalam memilih makanan dan minuman. Karena jika tidak memperhatikan makanan atau minuman yang kita konsumsi, hal tersebut besar kemungkinan dapat menjadi jalan penyebaran virus terutama virus hepatitis. 
Dan itulah beberaoa tips cara cegah penularan penyakit hepatitis D semoga informasi ini bermanfaat. Amiiiinnn

Selasa, 29 Januari 2019

Pantangan Untuk Penderita Gondongan

Written by  
Pantangan Untuk Penderita Gondongan - Gondongan merupakan jenis penyakit yang sangat menganggu terutama penampilan, gondongan itu sendiri yaitu kondisi dimana adanya pembengkakan atau pembesaran pada kelenjar parotis, yang dimana penyebab gondongan ini disebabkan oleh infeksi virus mumps (Kelompok paramyxovirus). Virus tersebut sangat mudah sekali menyebar dan menginfeksikan dengan mudah. 

Penyakit ini akan sangat berbahaya apabila tidak segera diobati, Namun penyakit ini akan sangat ringan apabila segera diobati. Tetapi, perlu untuk anda ketahui juga, untuk mempercepat proses penyembuhannya ada beberapa pantangan yang harus dihindari bagi penderita gondongan. Salah satunya yaitu pantangan makanan. 

Pantangan Untuk Penderita Gondongan 


Perlu untuk anda ketahui, menderita gondongan tentunya banyak hal yang menjadi pantanga salah satunya yaitu makanan. Pada saat menderita gondongan tidak boleh mengkonsumsi makanan secara sembarangan, karena hal tersebut dapat memicu peningkatan keparahan. Lalu apa saja jenis makanan yang menjadi pantangan bagi penderita gondongan ? 

  1. Makanan Pedas 
    Yang menjadi pantangan gondongan yang pertama yaitu menghindari jenis makanan yang memiliki citarasa pedas. Mengkonsumsi makanan yang bercitarasa pedas tentunya hanya akan membuat air liur keluar menjadi lebih banyak lagi. Dan hal tersebut juga tentunya akan memaksa kelenjar air liur bekerja lebih keras lagi. 
  2. Menghindari Makanan Asam 
    Tidak hanya harus menghindari jenis makanan pedas saja, bagi anda penderita gondongan juga sebaiknya menghindari jenis makanan yang memiliki rasa asam. Hal ini juga akan menyebabkan kelenjar air liur memproduksi air liur lebih banyak lagi, sehingga menyebabkan kelenjar air liur harus bekerja lebih keras lagi. Tidak hanya itu saja, Mengkonsumsi makanan asam pada saat menderita gondongan juga akan menyebabkan nyeri pada pipi. Maka tidak heran, jika rasa sakit dan pembengkakan akan semakin parah. 
  3. Makanan Berlemak
    Makanan yang memiliki banyak lemak juga harus patut anda hindari, karena hal ini hanya akan memperburuk gejala gondongan saja. Oleh karena itu, hindarilah jenis makanan yang mengandung banyak lemak serta minyak berlebih. 
  4. Makanan Keras
    Dan jenis makanan yang harus dihindari selanjutnya yaitu jenis makanan yang keras. Karena pada saat mengalami pembengkakan pada kelenjar parotis yang terletak pada bagian tulang rahang, hal ini akan membuat mengunyah lebih sulit, bahkan juga dapat merasakan kesaakitan. Jika kondisi tersbeut terus dipaksakan, maka akan menyebabkan penambahan pada pembengkakan. Bahkan juga akan membuat rasa sakit semakin parah. 
  5. Makanan Olahan Pabrik 
    Jenis makanan yang harus dihindari selanjutnya yaitu jenis makanan olahan pabrik. Jenis makanan yang satu ini sebaiknya segera dihindari. Karena tidak hanya sulit untuk dicerna, makanan yang satu ini juga mengandung zat aditif yang mungkin sangat berpotensi berbahaya pada saat kekebalan tubuh terganggu akibat sakit gondongan. 
Dan itulah beberapa jenis makanan yang menjadi pantangan pada saat mengalami gondongan. Semoga informasi ini bermanfaat amiinnn. 

Senin, 28 Januari 2019

Gangguan Mata Penyebab Kebutaan

Written by  
Gangguan Mata Penyebab Kebutaan - Gangguan yang terjadi pada mata tentunya akan sangat menganggu penglihatan. Gangguan pada mata juga dapat terjadi pada siapa saja, baik pada anak kecil hingga pada orang dewasa sekalipun. Perlu untuk anda ketahui, gangguan yang terjadi pada mata dapat memicu kebutaan. Oleh sebab itu, jangan menyepelekan jika mengalami gangguan pada mata. Adapun beberapa penyebab gangguan mata yang menyebabkan kebutaan : 

Gangguan Mata Penyebab Kebutaan


  • Katarak 
    Katarak merupakan gangguan pada mata yang sering terjadi. Katarak ini mengalami gangguan pada lensa mata yang seharusnya bening malah menjadi keruh. Dan kondisi ini merupakan penyebab mata mengalami kebutaan. 
  • Glaukoma 
    Glaukoma tentunya merupakan kondisi yang berbahaya yang dimana menyebabkan kebutaan secara permanen, hal tersebut dapat terjadi jika glaukoma tidak segera diatasi dengan cepat. Kondisi ini merupakan kondisi yang berbahaya setelah katarak. Oleh karena itu, kondisi ini harus diwaspadai. Baca juga : Waspada bahaya glaukoma
  • Kelainan Refraksi 
    Kondisi ini merupakan suatu kondisi yang terjadi karena adanya kelainan pada bola mata yang tidak dapat membelokan cahaya agar tetap jatuh pada makula retina. Kelainan ini terbagi menjadi empat yaitu : presbiopia ( kemampuan lensa menurun), Miopia (rabun jauh), hiperopia (rabun dekat) serta astigmatisme (silindris). 
  • Ptergium 
    Kondisi ini menyebabkan mata menjadi merah karena paparan sinar UV. Pada saat mata memerah, dan mengatasinya dengan menggunakan obat tetes, hal tersebut hanya akan mereda untuk sementara saja. Oleh karena itu, jika mengalami mata memerah dan tak kunjung sembuh sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut. 
  • Konjungtivitis 
    Kondisi ini juga hampir serupa dengan kondisi ptergium, yang dimana kondisi ini mengalami mata merah. Konjungtivis ini dapat terjadi karena adanya peradangan pada selaput mata yang diakibatkan oleh bakteri, virus, atau debu. 
Dan itulah sekilas informasi mengenai gangguan mata yang menyebabkan kebutaan, semoga informasinya bermanfaat untuk anda amiinnnn. 

Kamis, 24 Januari 2019

Cara Mencegah Gastritis Kronis

Written by  
Cara Mencegah Gastritis Kronis - Apakah anda salah satu orang yang pernag mengalami gastritis ? tentunya hal tersebut membuat tidak nyaman bukan ? Gastritis merupakan suatu kondisi dimana adanya gangguan pada lambung yang diakibatkan karena infeksi bakteri H.Pylori. Kondisi ini akan membuat orang yang mengalaminya merasakan mual, muntah bahkan rasa tidak nyaman dan perih pada perut. Bahkan waspada penyakit gastritis yang satu ini juga dapat menimbulkan komplikasi yang serius apabila tidak segera diatasi dengan cepat. 

Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, namun orang yang lebih sering mengalami hal ini yaitu orang yang yang sering mengkonsumsi obat anti nyeri seperti aspirin, stres berlebih, dll. Tidak hanya itu saja, faktor makanan juga merupakan salah satu penyebab gastritis. 

Gastritis merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat umum terjadi dan sangat mudah menyerang serta kambung pada siapa saja dimana saja. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya penyakit gastritis ini, ada beberapa cara mencegah gastritis yang bisa anda lakukan. 

Cara Mencegah Gastritis Kronis 

Hasil gambar untuk pencegahan gastritis
  1. Makan Secara Teratur 
    Cara pertama untuk mencegah gastritis kronis yaitu mengatur pola makan secara teratur. Melakukan makan secara teratur sebenarnya tidak akan membuat diri kita mengalami masalah kegemukan atau menambah berat badan, justru hal tersebut akan membuat badan kita menjadi lebih stabil. Kebanyakan orang jaman sekarang tidak mengatur makanannya dengan baik, sehingga akhirnya mengalami beberapa masalah salah satunya yaitu masalah pada lambung. 
  2. Batasi Konsumsi Makanan Pedas 
    Mengkonsumsi makanan pedas terlalu sering tentunya sangat tidak baik untuk kesehatan tubuh terutama bagi lambung. Mengkonsumsi makanan yang memiliki citarasa yang pedas hanya akan memproduksi asam dengan jumlah yang tinggi, sehingga hal ini membuat lambung mengalami nyeri, perih serta panas. Bahkan hal tersebut disertai dengan mual, muntah 
  3. Hindari Minuman Beralkohol dan bersoda 
    Minuman yang mengandung alkohol dan soda secara berlebih tentunya sangat tidak baik. Bahkan mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol dan soda secara berlebih hanya akan menimbulkan bahaya untuk tubuh terutama untuk lambung. Tidak hanya itu saja, mengkonsumsi minuman alkohol dan soda secara berlebih juga menyebabkan nafsu makan menjadi berkurang. 
  4. Menjaga Kebersihan Lingkungan 
    Menjaga kebersihan lingkungan tentunya sangat baik  dilakukan, karena hal ini dapat menurunkan risiko terkenanya berbagai jenis masalah penyakit. Untuk mencegah hal tersebut, anda bisa mejaga kebersihan lingkungan mulai dari membuang sampah pada tempatnya. 
  5. Menjaga Kebersihan Makanan Dan Minuman 
    Menjaga kebersihan makanan dan minuman juga sangat penting sekali dilakukan. Untuk mencegah terjadinya gastritis kronis anda harus menjaga kebersihan makanan serta minuman dengan cara mencuci tangan sebelum makan, membersihakan tangan sebelum makan, memasak air hingga mendidih sebelum diminum, dan lain sebagainya. 
Untuk mencegah gastritis kronis anda bisa memulainya dengan mengatur pola makan dengan baik, agar tubuh tetap sehat sehingga nyaman untuk beraktivitas. 

Semoga informasinya bermanfaat dan terimakasih telah menyimak. 

Senin, 21 Januari 2019

Pantangan Makanan Penderita Disentri

Written by  
Pantangan Makanan Penderita Disentri - Disentri yaitu kondisi dimana mengalami gangguan pada saluran pencernaan pada usus. Kondisi ini merupakan suatu kondisi yang cukup serius, bahkan kondisi ini merupakan suatu kondisi yang tidak boleh dibiarkan tanpa melakukan penanganan. Disentri dapat terjadi pada siapa saja, namun anak dan bayi lebih rentan terkena serangan disentri yang satu ini. Hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh yang masih lemah memudahkan bakteri penyebab disentri menyebar dan masuk kedalam tubuh bayi dan anak. 

Gejala disentri pun dapat muncul berbeda-beda disetiap orangnya, ada yang mengalami muntah, mual, bahkan demam dan bahkan juga mengalami perut kram. Dan ada juga yang mengalami badan lemas, lesu dan bahkan hingga tidak bisa melakukan aktivitas apapun. Kondisi ini memang terbilang kondisi yang sangat berbahaya, apalagi jika makanan yang kita konsumsi tidak dijaga dengan baik tentunya kondisi ini akan memperparah kesehatan tubuh. 

Nah, salah satu langkah yang harus dihindari pada saat disentri yaitu mnghindari jenis makanan yang dapat memperburuk kondisi disentri atau bahkan kesehatan tubuh lainnya. Lalu, apa saja jenis makanan yang harus dihindari pada saat disentri ? Simak informasinya berikut ini. 

Pantangan Makanan Penderita Disentri  

Gambar terkait
  1. Buah Jeruk 
    Buah jeruk merupakan salah satu jenis buah yaang memiliki kandungan kaya akan serat dan vitamin. Namun sayangnya, untuk penderita disentri sebaiknya hindari terlebih dahulu mengkonsumsi buah jeruk. Meskipun sehat, namun untuk penderita disentri sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi, karena hal ini hanya akan memperparah kondisi. 
  2. Gorengan 
    Salah satu jenis makanan yang harus dihindari yaitu gorengan. Makanan gorengan ini terkenal dengan kandungan lemaknya yang cukup tinggi dan juga banyak. Tidak hanya tidak baik dikonsumsi oleh penderita disentri, makanan gorengan juga dapat memicu diare. 
  3. Sayuran berjenis Kubis 
    Sayuran berjenis kubis memang sangat menyehatkan untuk tubuh, namun bagi penderita disentri sangat tidak dianjurkan mengkonsumsi jenis makanan yang satu ini. Karena sayuran yang berjenis kubis ini memiliki kandungan gula yang sangat sulit untuk dicerna, sehingga memicu gas yang berlebih diusus. 
  4. Biji-Bijian 
    Tidak hanya sayuran jenis kubis saja yang harus dihindari, jenis biji-bijian juga sangat tidak dianjurkan dikonsumsi oleh orang yang sedang mengalami disentri. Karena hal ini hanya akan memperburuk masalah sistem pencernaan saja. 
  5. Gula Sitesis
    Perlu untuk anda ketahui, mengkonsumsi gula sintesis hanya akan menyebabkan diare saja,. oleh karena itu, sebaiknya hindari terlebih dahulu mengkonsumsi minuman yang dicampurkan dengan gula sintesis. 
Dan itulah sedikit ulasan mengenai pantangan makanan penderita disentri. Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda, Amiiiinnn.